Rabu, 03 Agustus 2016

Berlatih Menari Untuk Melestarikan Kebudayaan Tari.


Kesenian daerah merupakan kekayaan budaya yang harus dilestarikan dan dikembangkan. Dengan adanya hal itu maka kelompok KKN 78 mengadakan pelatihan seni tari. Peserta di kosentrasikan pada anak sekolah dasar yang mempunyai bakat menari, latian ini dilaksanakan setiap 3 hari sekali dan dilatih oleh anak-anak KKN 78.
Dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa memberikan ketrampilan kepada siswa untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya dan menjadi potensi wisata daerah.
Masyarakat Desa Ko'ol terutama dari kalangan orang tua dari anak-anak yang ikut latian menari sangat mendukung kegiatan ini. Anak-anak pun sangat antusias dalam mengikuti pelatian tari ini. diharapkan mereka bisa mengetahui cara dan juga makna sebuah tari yaitu untuk melestarikan budaya. selain itu seni tari ini juga akan ditampilkan nanti ketika malam penutupan KKN 78 maka dari itu diharapkan seluruh kalangan mendukung dan antusias dalam lakon tari yang anak-anak bawakan.

5 komentar:

  1. Membincangkan sisi kesenian kebudayaan dan tarian Madura sangat menarik di tengah situasi dan kondisi pulau garam itu digerus oleh industrialisasi dan globalisasi yang kini mulai tampak menggurita.
    Jembatan Suramadu, yang konon, menjadi simbol kebanggaan masyarakat Madura dan bangsa Indonesia, sesungguhnya dapat pula membawa petaka terhadap matinya kebudayaan asli Madura, semoga dengan semangat KKN khususnya yang di Ko'ol dapat bangkit kembali semangat untuk menghidupkan kesenian, kebudayaan dan tarian Madura yg sekarang ini sudah langka orang mengenalinya. Amin.

    Oleh.M.Najib
    Remas Bid.Sosial

    BalasHapus
  2. Kebudayaan-kebudayaan yang dianggap baru dan metropolis telah menggeser minat masyarakat terhadap kebudayaan asli yang dimiliki, tengoklah nasib kerapan sapi, misalnya, yang mulai jarang digelar dan digantikan balap motor; seni karawitan daerah terlihat mulai ditinggalkan, karena masyarakatnya terhipnotis oleh kehebohan konser-konser musik modern.

    Oleh.Anwari
    K.Taruna Bid.Sosial

    BalasHapus
  3. Makasih banyak ya KKN'78 karena telah menyadarkan kami anak-anak muda Ko'ol untuk lebih mengingat kembali khas kami sebagai suku yang berbudaya dan punya kesenian dan tarian, walau tak secara panjang lebar, mengingat waktu yg terbatas, tapi Alhamdulillah bisa menjadi motivasi tersendiri untuk lebih mengenal lebih jauh jatidiri dari suku yang tinggal di daerah yang di kenal dengan pulau garam ini, sekali lagi makasih.

    Oleh.Remas Ko'ol
    Shodik TEBE MILLIYON

    BalasHapus
  4. Betul, betul, betul...
    Waktu Irwan di Dangdut Academy Indosiar menampilkan penari tarian "Muang-Sangkal" dari Madura kita bangganya bukan kepalang,
    Semoga di tahun-tahun berikutnya Universitas Trunojoyo mau membekali KKN dengan alat musik nya agar bisa lebih menghidupkan masyarakat madura dgn budaya, seni dan tari.
    Aamiin. (sekedar berangan-angan walau kayaknya itu gak mungkin)

    Oleh.Remas Ko'ol
    Zubairi Sumarniys

    BalasHapus
  5. Problem kebudayaan, kesenian tari maupun kesusastraan Madura sejatinya tetap mendapat perhatian dari pihak-pihak terkait, agar terus dilestarikan sebagai bentuk penghargaan terhadap tradisi leluhur yang telah mengakar kuat di masyarakat,
    tanpa itu semua, tidak mustahil, identitas ke-Madura-an dengan segala kekhasan dan karakteristiknya akan punah ditelan zaman. Semoga tidak terjadi.
    Semangat KKN'78 di Ko'ol

    By.Saifulloh
    Sekdes.Ko'ol

    BalasHapus